Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts
Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts

Saturday, April 11, 2015

Pola Ujian Nasional pada 2015 Berubah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera mengubah pola ujian nasional (UN) pada 2015. Hal ini disebabkan pada tahun itu semua jenjang pendidikan yang ada telah menerapkan Kurikulum 2013. Perubahan pola UN tidak mungkin dilakukan sekarang, mengingat pelaksana Kurikulum 2013 belum secara menyeluruh. Hanya sekolah dan kelas yang menjadi piloting yang melaksanakannya.


Pernyataan mengenai perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud) di tengah acara focus group discussion (FGD) tentang Kurikulum 2013 dan UN yang diikuti oleh beberapa akademisi, praktisi pendidikan, unsur pers, serta pegiat jaringan penulis artikel. UN sebagai standar evaluasi tetap akan dipertahankan. Pemakaian UN senagai standar evaluasi berdasarkan amanat UU Sisdiknas. Penggunaan tandar tersebut bisa menjadi alat ukur pembanding standar pendidikan di negara lain.
Perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 jelas disesuaikan dengan Kurikulum 2013, yaitu ketika semua siswa telah menerapkan Kurikulum 2013. Saat ini yang melaksanakan Kurikulum 2013 hanya siswa kelas
1 dan 4 SD, kelas 1 (VII) SMP, dan kelas 1 (X) SMA dari sekolah piloting.
Saat ini belum dapat dirinci bentuk perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 tersebut. UN pada saat ini digunakan pemerintah untuk empat fungsi. Empat fungsi tersebut adalah :
1. pemetaan,
2. syarat kelulusan,
3. syarat melanjutkan studi ke jenjang berikutnya,
4. dan intervensi kebijakan.
Fungsi pemetaan dan intervensi pada Ujian Nasinal (UN) hanya bisa dilaksanakan jika ada UN. Makanya UN tetap dipertahankan keberadaannya.
Sebagai contoh, ada sebuah SMA di Jakarta yang hanya memiliki lima siswa dan ternyata semuanya tidak lulus UN. Maka kemudian Kemendikbud melaksanakan fungsi intervensi kebijakan. Bentuk pelaksaan fungsi tersebut adalah melakukan merger dengan sekolah lain. Atau misalnya juga, sebuah SMA di Nusatenggara Barat yang nilai mata pelajaran Bahasa Inggrisnya jeblok. Usut punya usut ternyata sekolah yang bersangkutan tidak mempunyai guru Bahasa Inggris. Sehingga pelajaran Bahasa Inggris diampu guru bidang studi lain. Karena fakta ini maka SMA di NTB tersebut diberi guru Bahasa Inggris.
Apapun bentuk perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015, tidak boleh merugikan siswa dan harus dapat dipertanggungjawabkan semuanya. Perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 ini jangan sampai dijadikan komoditas bagi segelintir orang untuk mengeruk keuntungan semata.
Dampak dari perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 harus bisa dirasakan manfaat, nilai dan mutu oleh semua pihak secara nasional.

Sunday, April 5, 2015

Biaya Ujian Nasional Online Lebih Murah?

Simulasi ujian onlineJAKARTA -- Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Prof Nizam mengatakan, anggaran yang dikeluarkan untuk Ujian Nasional Computer Based Test (CBT) bisa lebih murah, dibandingkan UN reguler yang menggunakan kertas.

"UN CBT tidak mencetak dan mengirim soal lagi, bahkan pengawas bisa lebih sedikit. Dan, dalam satu kelas jumlah siswanya bisa lebih banyak," katanya kepada Republika, Rabu (11/3).

Jadi, ia melanjutkan, meskipun hari pelaksanaannya UN lebih panjang, tetapi biaya pengawasan bisa lebih murah atau sama. Ditambah, tidak perlu menggunakan cctv untuk mengawasinya.  "InsyaAllah, mereka amanah, kami percaya dengan kejujuran siswa dan pengawas."

Dijadwalkan, pelaksanaan UN CBT dibagi menjadi tiga shift dengan jadwal shift satu pada pukul 07.30-09.30, shift dua pada pukul 10.30-12.30 dan shift tiga pada pukul 14.00-16.00.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan UN CBT siswa tidak perlu lagi mengisi daftar peserta karena setiap siswa sudah memiliki identitas dan password untuk log in.

"Siswa tinggal log in dengan identitas siswa dan pasword yang dibagikan, sehingga, tak perlu mengisi identitas lagi.  Kerahasiaan identitas pun terjaga dan tidak akan tertukar," katanya.

Pasalnya, setiap siswa punya identitas yang unik dan server pun akan mengenali siswa dan jurusannya. Kemudian, akan soal yang muncul akan sesuai dengan jurusannya.

Ia mengatakan, identitas dan password untuk peserta log in sudah disiapkan. Dan,  akan dibagikan saat ujian dimulai. "Data itu diberikan ke proktor/pengawas ujian menjelang ujian."

"Alhamdulillah, semua persiapan yang kami lakukan bejalan lancar dan  berharap pelaksanaan UN CBT pun berjalan dengan lancar juga." 

SMA di Jakarta Andalkan Try Out

JAKARTA -- Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta masih mengandalkan ujian uji coba ("try out") dan tidak mengadakan les khusus untuk mempersiapkan para siswa menghadapi Ujian Nasional (UN) yang dihelat pada awal April 2015.
Sejumlah siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal latihan Ujian Nasional (Unas) 2015 secara online di aula sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4).
"Kami memantau perkembangan anak didik jelang pelaksanaan UN melalui 'try out' yang sudah dilaksanakan sebanyak empat kali," kata Kepala Sekolah SMAN 4 Puji Raharjo di kantornya, Rabu (1/4). Puji menambahkan, pihaknya mengadakan ujian uji coba secara bertahap dan dalam waktu yang berbeda-beda untuk melihat kesiapan para siswa.
"Pada 'try out' pertama, kami sengaja melaksanakannya pada sore hari setelah jam pelajaran untuk melihat kemampuan siswa mengerjakan soal meski dalam keadaan lelah", ujar Puji.
Puji menilai hasil dari sistem ini cukup memuaskan karena siswa bisa mengerjakan soal tersebut dengan baik dan mengalami peningkatan nilai pada "try out" kedua yang diadakan pada pagi hari. "Sementara uji coba ketiga dilaksanakan dengan kondisi mirip dengan UN sebenarnya. 'Try out' keempat yang dilaksanakan hari ini, Rabu (1/4), hanya untuk penyegaran kembali saja," tuturnya.
Adapun selain "try out", lanjut Puji, sejak tahun 2014 sekolahnya juga menambahkan pembelajaran intensif untuk siswa kelas XII. "Konsekuensinya jam pelajaran menjadi lebih panjang," ujar dia.
Di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMA Santa Theresia Godeliva Kris juga menyatakan sudah mengadakan lima kali "try out" untuk para peserta UN. "Sebenarnya dari bulan November 2014 kami sudah mengadakan persiapan, mulai dari pendalaman materi sampai 'try out', sesuai jadwal dari sekolah ataupun mengikuti uji coba dari musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)," tutur dia.
Untuk tahun 2015, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menerapkan dua cara pelaksanaan Ujian Nasional, yaitu UN berbasis komputer, diadakan pada 7 April 2015 dan UN tertulis, diadakan mulai 13 April 2015.
Adapun UN tahun 2015 tidak lagi menjadi syarat kelulusan siswa seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Jika siswa tidak mencapai standar nilai minimal yaitu 5,5, mereka dipersilahkan untuk mengulang, meski itu tidak mengurangi hak untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta.