Tuesday, June 3, 2014

LEADERSHIP : KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN

7.1 Pentingnya Komunikasi





Komunikasi kepemimpinan terdiri dari pesan-pesan seorang pemimpin yang berakar pada nilai dan budaya organisasi serta amat penting bagi stakeholder utama, seperti karyawan, pelanggan, mitra strategis, pemegang saham dan media. Pesan-pesan ini berpengaruh terhadap visi, misi dan perubahan organisasi.

Ciri-ciri komunikasi kepemimpinan menceminkan beberapa hal yaitu :

1.      Kepentingan : Mengenai isu-isu besar yang mencerminkan organisasi di masa sekarang dan masa mendatang (misalnya ; individu, kinerja, produk dan jasa)

2.      Nilai : Menggambarkan visi, misi dan budaya

3.      Konsistensi : Memberi contoh nilai yang dinyatakan dan perilaku

4.      Irama : Terjadi secara berkala dan terus menerus

Komunikasi kepemimpinan dirancang untuk melibatkan pendengar, memproleh komitmen dan akhirnya menciptkan suatu ikatan kepercayaan antara pemimpin dan pengikut. Komunikasi kepemimpinan juga melakukan hal-hal lebih jauh : mendorong untuk memperoleh hasil, membuat pemimpin dan pengikut mampu bekerjasama dengan cara yang lebih efisien karena mereka mengerti berbagai isu dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.

            Secara terinci dalam pesan-pesan kepemimpinan terkandung hal-hal berikut :

1.      Memperkuat visi dan misi organisasi. Pesan-pesan ini membuat orang tahu kemana arah organisasi dan apa yang diperjuangkannya.

2.      Mendorong prakarsa transformasi, misalnya : perubahan. Pesan-pesan ini mempersiapkan orang untuk melakukan sesuatu yang berbeda dan memberikan alasannya.

3.      Mengeluarkan ajakan untuk bertindak. Pesan-pesan ini mengajak orang untuk bersatu mendukung suatu prakarsa. Pesan-pesan tersebut menyatakan apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya.

4.      Memperkuat kemampuan organisasi. Pesan-pesan ini menonjolkan kekuatan perusahaan dan dirancang untuk membuat orang betah dengan organisasi tempat mereka bekerja.

5.      Menciptakan lingkungan yang dapat menumbuhkan motivasi. Pesan-pesan ini memberikan alasan mengapa sesuatu dilakukan dan menciptakan jalan menuju kesuksesan yang dapat diikuti oleh setiap orang. Pesan-pesan tersebut juga menggambarkan manfaat kesuksesan, misalnya organisasi yang lebih bersaing, lebih berpeluang melakukan promosi atau meningkatkan kompensasi.

6.      Mempromosikan produk atau jasa (dan memperkuat hubungannya dengan visi, misi dan nilai organisasi). Pesan-pesan ini menempatkan apa yang dihasilkan organisasi dalam misi, budaya dan nilai organisasi. Misalnya, kita menghasilkan produk yang meningkatkan kualitas hidup orang banyak.



7.2 Empat Tipe Komunikator Kepemimpinan



Peran yang kita mainkan sebagai pembicara-pemimpin di depan publik sepenuhnya terserah kita. Aturan umumnya, semakin mirip kita di panggung dengan pribadi kita yang sesungguhnya, maka presentasi kita akan menjadi lebih penuh arti dan dapat dipercaya. Terdapat empat model presentasi kepemimpinan, yaitu :

1.      Tipe Expert

       Tipe Expert berpegang pada misi organisasi-apa organisasi itu dan bagaimana organisasi menjalankan bisnisnya. Tipe Expert mendasarkan pengambilan keputusannya pada fakta dan kaitan fakta itu dengan lingkungan bisnis-bagaimana perusahaan dapat mengantisipasi dan memanfaatkan peluang pasar. Pemimpin perusahaan bisa juga seorang Expert. Mereka mengendalikan sumberdaya manusia dengan ketat, selalu mengawasi apakah mereka mempunyai orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaannya dan apa yang mereka butuhkan untuk mengembangkan generasi pemimpin yang akan datang.

2.      Tipe Visionary

 Tipe Visionary adalah pemimpin yang lebih percaya pada tujuan daripada kata-kata. Gaya bicaranya datang dari kedalaman batin, dari nilai-nilai inti batinnya. Tujuannya adalah meyakinkan, mengubah pandangan orang lain. Kepemimpinannya tidak berhenti ketika kata-katanya berhenti. Sebaliknya, kepemimpinan berlanjut terus dalam perilaku kesehariannya. Tipe Visionary memiliki keinginan yang melalmpaui kata-kata. Pesan itu sendiri selalu terkandung dalam apa yang dikatakan pembicara-sama halnya dengan tipe Expert-namun yang memberinya kekuatan adalah keyakinan pemimpin mengenai tujuan. Tipe Visionary sebagai pemimpin-pembicara disajikan dengan kegairahan. Ia percaya pada tujuan dan ingin orang lain merangkulnya.

3.      Tipe Coach

       Tipe komunikasi kepemimpinan ketiga merupakan kombinasi dari dua tipe sebelumnya-sebagian Visionary, sebagian Expert. Tipe Coach adalah kolaborator, seorang yang terpanggil berdasarkan keahliannya dalam bidang tertentu. Tipe coach adalah orang yang suka bergonta-ganti organisasi. Mereka mencari cara unik untuk berkomunikasi dengan individu, dengan menemukan apa yang memotivasi orang tersebut, misalnya uang lebih banyak, promosi atau prestise. Begitu tipe Coach mengetahui hal-hal yang memotivasinya, ia dapat memberi kemudahan untuk membantu orang tersebut agar berhasil. Pemimpin bertipe Coach harus menyesuaikan fokusnya sepanjang hari agar mengena pada kebutuhan individu maupun tim. 

4.      Tipe Transformer

       Tipe komunikator kepemimpinan keempat adalah sebagian Visionary, sebagian Expert, tapi tipe ini cenderung ke Visionary. Tipe ini adalah Transformer. Tugasnya adalah meyakinkan-mengubah pendapat orang. Para transformer juga merupakan bagian dari Visionary. Mereka tahu kemana harus membawa orang-orangnya dan mereka memakai keterampilan menjual untuk meyakinkan orang agar mengikuti mereka. Seorang transformer sebagai pembicara memiliki informasi dan keyakinan untuk mempengaruhi pendengar agar menerima pandangannya.

v  Gaya komunikasi kepemimpinan seseorang bisa berbeda untuk setiap situasi. Suatu hari bisa jadi kita perlu menjadi seorang Expert, sesuai misi organisasi. Lain kali, mungkin kita bertindak sebagai Coach karena ingin memberi saran, tetapi hati-hati untuk membiarkan pendengar memutuskannya sendiri. Dan lain kali, mungkin kita berkomunikasi empat cara, tergantung situasinya.



7.3 Syarat Pesan Kepemimpinan : Empat M



Pesan kepemimpinan harus mengkomunikasikan informasi dan membuka pintu agar pendengar berpartisipasi. Pesan kepemimpinan harus melakukan Empat M, yaitu Menginformasikan, Melibatkan, Membangkitkan dan Mengundang, sebagai berikut :

1.      Menginformasikan kepada karyawan apa inti persoalannya dan apa yang harus mereka lakukan. Pemimpin berkewajiban memberikan penjelasan tentang situasi kepada karyawannya, entah situasi itu baik atau buruk. Contoh yang baik dari pemimpin yang selalu memberikan informasi kepada karyawannyayaitu Jack Welch dari General electric dan rich Teerlink dari Harley Davidson. Kedua CEO ini memberitahu karyawannya tentang apa yang terjadi dalam perusahaan. Mereka menghadiri dan berpartisipasi ketika stakeholder dan pihak-pihak lain menyampaikan gagasan mereka. Mereka juga menggunakan waktunya untuk mendengarkan pelanggan. Itu berarti secara pribadi mereka mendapat informasi tentang berbagai persoalan. Ketika datang saat untuk mengkomunikasikan secara internal, mereka melakukannya berdasarkan pengetahuan yang dapat dipercaya. Ingatlah, meskipun tidak ada berita, pemimpin harus selalu menampakkan diri. Bila pemimpin tidak terlihat atau terdengar, muncul kerisauan. Hal itu memberi kesempatan timbulnya gosip.

2.      Melibatkan orang lain dengan memancing masukan dari mereka. Herb Kelleher, pendiri Southwest Airlines, adalah ahli dalam hal melibatkan orang lain. Dengan mengadakan perjalanan keliling dalam pesawatnya, ia bertemu dan berbaur dengan karyawan dari seluruh lapisan dalam organisasi, dari eksekutif sampai petugas tiket dan petugas bagasi. Keterbukaannya menghilangkan hambatan imajiner antara atasan dan karyawan. Dengan berbuat demikian, ia mengundang orang untuk mengangkat berbagai persoalan dan menawarkan saran-saran.

3.      Membangkitkan imajinasi orang tentang apa yang dapat mereka lakukan agar keadaan diri dan organisasi mereka menjadi lebih baik. Imajinasi merupakan sarana mental yang kuat. Perhatikan contoh, Mohandas Gandhi dalam gerakan kemerdekaan India. Kata-kata dan teladan Gandhi, digabung dengan karisma yang muncul dari komitmen dan kesederhanaannya, menyatukan sebuah bangsa untuk memikirkan kemungkinan merdeka dari Inggris. Ketika ribuan orang pemimpin daris etiap daerah menginginkan pemisahan, Gandhi lah yang menyalakan api dan memberi semangat dengan kata-kata dan teladan.

4.      Mengundang karyawan untuk berpartisipasi  dalam perusahaannya, baik dalam pemenuhan sasaran maupun transformasi budaya. Pemimpin yang berbicara mengenai apa yang dapat dilakukan karyawan untuk dan oleh mereka sendiri adalah pemimpin yang memahami perannya sebagai pemberi inspirasi terhadap tindakan dan perubahan. Sebagai contoh, Joe Torre tidak pernah memukul, menangkap dan melempar bola untuk tim softbol Yankee-nya, meskipun dialah yang mengundang para bintang dan pemain-pemain lainnya untuk bergabung sebagai tim agar menang. Undangannya membuat para pemain dari berbagai posisi merasa dapat berkontribusi dan hasilnya mereka menang. Pelatih sukses lain melakukan hal yang sama dan dalam proses itu menciptkan kemenangan : menang di papan skor dan menang untuk jiwa kolektif tim.



7.4 Perencanaan Komunikasi Kepemimpinan



7.4.1  Strategi Komunikasi Kepemimpinan



Komunikasi kepemimpinan memainkan peran di garis depan, baik dalam mengkomunikasikan perubahan maupun dalam meneguhkan budaya organisasi. Perencanaan komunikasi sangatlah penting dalam mengembangkan pesan kepemimpinan yang sesuai dengan budaya, menemukan cara untuk mengkomunikasikan perubahan dan menjamin kredibilitas yang berkesinambungan.

            Setelah mengetahui persoalan organisasi, kita dapat merencanakan strategi komunikasi. Strategi komunikasi harus menggemakan visi, misi dan strategi bisnis organisasi. Strategi itu harus menjelaskan kepada karyawan kemana arah organisasi itu, bagaimana cara untuk sampai ke tujuan dan apa yang harus dilakukan untuk menjamin agar mereka searah dengan perusahaan. Strategi komunikasi dirancang untuk tujuan-tujuan berikut :

1.      Mengembangkan dan meneguhkan ikatan kepercayaan yang harus ada antara pemimpin dan pengikut. Posisikan pemipin sebagai orang yang dapat dipercaya dan pantas didukung. Winston Churchill adalah pemimpin yang tepat pada saat yang tepat, ketika banyak orang berada dalam bahaya dan memerlukan tuntunan dan kepemimpinan mereka

2.      Menegaskan visi, misi dan nilai-nilai organisasi. Meneguhkan apa yang diperjuangkan organisasi dan diyakini orang-orang di dalamnya. Robert Redfort mendirikan Sundance Institute untuk mendukung pembuatan film independen dan ia terus aktif mendukung misinya melalui tindakan dan komunikasi.

3.      Memudahkan alur informasi dua arah diseluruh tingkat organisasi, termasuk dari manajer ke karyawan, dari karyawan ke manajer, dan dari rekan ke rekan. Usahakan komunikasi daapt mengalir ke atas, dari pengikut ke pemimpin. Komunikasi ke atas menjaga hubungan pemimpin dengan karyawan dan membuat suara karyawan dapat didengar sehingga mengembangkan pembagian tanggung jawab dalam perusahaan. Rich Teerlink di Harley Davidson menekankan perlunya komunikasi yang terbuka dan jujur sebagai sarana untuk menghasilkan perubahan yang langsung dan positif.

4.      Menciptakan pendorong efektifitas organisasi (misalnya, membuat sesuatu terjadi). Katakan kepada karyawan tentang apa yang sedang terjadi, apa yang akan terjadi sesudahnya dan apa yang akan terjadi sebagai akibat dari tindakan mereka. Steve Jobs membiarkan karyawan Apple tahu mengapa mereka perduli pada pekerjaan mereka dan membuat mereka bangga dengan keunggulan yang mereka ciptakan dalam dunia desain dan teknologi.

5.      Mendorong pencapaian hasil. Capailah apa yang seharusnya dihasilkan organisasi: membuat produk yang bermutu, memberikan pelayanan yang luar biasa, meningkatkan taraf kehidupan karyawan dan sebagainya. Jack Welch cakap menggerakkan organisasi untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Ia menggunakan komunikasi untuk memprioritaskan pentingnya memberi informasi.



7.4.2 Empat Saluran Komunikasi Kepemimpinan



Sebagaimana manusia menggunakan komunikasi yang berbeda-beda, kata-kata, gerakan, isyarat untuk menarik perhatian, organisasi juga menggunakan berjenis saluran komunikasi. Secara khusus, organisasi menggunakan empat jenis saluran komunikasi. Meskipun penggunaan empat saluran sekaligus untuk mengkomunikasikan satu prakarsa bisa menguntungkan, namun organisasi sering memilih satu saluran untuk satu pesan :

1.      Komunikasi organisasional menyangkut cara karyawan, tim dan organisasi berkomunikasi satu lawan satu, kelompok dengan kelompok atau dalam lingkup seluruh organisasi. Tidak ada aturan ketat mengenai mana yang termasuk ”komunikasi organisasi” dan mana yang bukan, tetapi cobalah berpikir begini : Inilah cara pesan disebarluaskan ke seluruh organisasi

2.      Komunikasi editorial menyangkut pesan yang dirancang untuk mendapatkan dukungan pihak ketiga, media pada khususnya dan publik pada umumnya. Humas mengirimkan berita untuk mendeskripsikan apa yang sedang terjadi dalam organisasi. Berita ini dapat meliputi produk dan jasa baru atau menjelaskan perkembangan internal yang berhubungan dengan karyawan dan program. Umumnya berita ini mengandung pandangan yang menguntungkan perusahaan. Bentuk komunikasi ini dirancang agar digunakan oleh media eksternal (siaran radio, majalah, surat kabar, publikasi bisnis) untuk mengembangkan pemberitaan mereka yang diharapkan bersifat informatif dan positif.

3.      Komunikasi pemasaran menyangkut komunikasi yang dirancang untuk mengemukakan suatu pandangan, misalnya untuk menjual atau mengadakan promosi. Komunikasi pemasaran biasanya efektif untuk mengkomunikasikan sesuatu yang mendesak. Anda dapat menyusun pesan sedemikian rupa sehingga anda berkonsentrasi pada ”apa untungnya bagiku” sebagai cara untuk meyakinkan orang bahwa perubahan, program atau prakarsa itu akan bermanfaat bagi mereka, baik sebagai individu maupun bagian dari perusahaan.

4.      Komunikasi web adalah komunikasi pada situs Web. Pesan ini dapat dikembangkan hanya sebagai e-messages (pesan elektronik) atau sebagai pelengkap dari artikel, video dan media lain. Ada dua metode populer, pertama adalah Webcast, yakni siaran video mengenai presentasi atau percakapan yang disiarkan melalui Web dan terbatas pada pelanggan, misalnya karyawan, dealer, media atau kelompok lain. Metode kedua adalah Webchat yang memungkinkan pemimpin untuk menjawab pertanyaan yang dikirim melalui ratron. Terkadang jawaban itu hanya berupa suara atau pesan teks.



7.4.3 Media Bagi Saluran Komunikasi



Media merupakan sarana dalam berkomunikasi seperti video, brosur, artikel koran atau poster. Jenis media yang kita pilih tergantung dari pentingnya pesan. Memang semua pesan kepemimpinan itu penting, tetapi ada pesan yang lebih penting daripada yang lain. Berikut saran-saran yang dapat dipertimbangkan :

1.      Video memberi peluang pada pemimpin untuk berbicara langsung pada pendengar dan menambahnya dengan informasi serta fakta sehingga menekankan isu pokok. Sebagai contoh, jika isunya adalah penerapan rencana strategis baru, pemimpin dapat mengundang orang-orang yang berbeda dari seluruh organisasi untuk mengungkapkan harapan-harapannya atau pemimpin dapat juga mengemukakan rencananya untuk mengubah organisasi dan melaksanakan rencana tersebut. Sebagai tambahan, pemimpin beserta timnya dapat memberikan komentar mengenai bentuk perusahaan baru tersebut bila rencana itu berhasil.

2.      Rapat umum memberi kesempatan untuk memperkenalkan pesan kepemimpinan secara langsung di depan karyawan dari seluruh organisasi. Pemimpin harus mengambil peran, baik di kantor maupun di lapangan. Ia harus menjelaskan alasan dilakukannya perubahan, baik itu rencana strategis baru ataupun prosedur baru untuk perusahaan.Rapat umum bisa ditutup dengan seruan untuk bertindak, meminta semua orang untuk melaksanakan gagasan baru tersebut. Rapat harus meminta masukan dan kontribusi dari semua orang. 

3.      Pertemuan tim dapat membahas konsep-konsep yang diperkenalkan dalam rapat umum karyawan. Pertemuan kecil merupakan tempat tim dan individu berperan dalam kepemilikandan mewujudkannya. Dalam pertemuan tim harus ada banyak diskusi. Kepemilikan gagasan tidak dapat dilaksanakan. Orang harus tertarik pada gagasan itu dan membicarakannya terlebih dahulu.

4.      Pertemuan berhadap-hadapan merupakan kesempatan bagi pemimpin tim untuk mengulangi harapan dan membawa pesan pemimpin ke tingkat pribadi. Pemimpin tim harus mencoba mendapatkan opini karyawan dan menutup pembicaraan dengan ajakan pribadi untuk bertindak, meminta karyawan untuk mengungkapkan apa yang akan dilakukannya untuk menjamin keberhasilan rencana tersebut.

5.      Webcast sangat ideal untuk memungkinkan pemimpin berbicara langsung kepada pendengar dengan cara yang gamblang. Gambar video akan ditayangkan melalui komputer karyawan sehingga setting nya akrab dan bersifat langsung. Pikirkan pesan sebagai kesempatan bagi pemimpin untuk berbicara berhadap-hadapan dengan setiap orang dalam organisasi.

6.      Media cetak merumuskan pesan; termasuk brosur, poster atau kartu saku. Banyak organisasi mencetak visi, misi dan nilai pada kartu saku sehingga semua karyawan memilikinya.Beberapa perusahaan membuat visi dan pernyataan misinya dalam bentuk gambar serta mencetaknya dalam bentuk poster.  Sebagai contoh, Kellog’s membuat brosur empat warna yang menggambarkan visi, misi dan nilai untuk armada penjualan serta harapan atas kinerja penjualan.

7.      Rilis media dibuat untuk mendapatkan perhatian media: televisi, radio, koran dan publikasi bisnis. Manfaatkan media itu untuk mengkomunikasikan isu-isu penting kepada khalayak atau dunia bisnis. Tindak lanjuti dengan seorang wartawan khusus untuk menguraikan berita-berita tersebut secara panjang lebar untuk memastikan sampainya pesan anda. Jika kita memelihara relasi yang baik dengan media, kita lebih berpeluang dalam dimuatnya informasi kita.

8.      Spanduk dapat menarik perhatian orang dan berperan sebagai pengingat pesan. Tempatkan spanduk di kafetaria atau tempat-tempat ramai lainnya. Misalnya, jika kita mengunjungi kamp militer, kita sering melihat spanduk berisi slogan di tempat kerja penting, seperti hanggar pesawat atau garasi tank. Demikian pula di dalam loker tim sepak bola, maka kita akan menemukan spanduk berisi slogan tim untuk tahun itu tergantung di tempat-tempat yang menonjol.

9.      Ratron sangat baik untuk mengulangi pesan kepemimpinan inti dan informasi  tentang kemajuan dalam tahap-tahap sasaran. Ratron dapat juga dipakai untuk menyiagakan, memberitahu karyawan bahwa suatu peristiwa (misalnya, pertemuan karyawan) akan diadakan. 

10.  Voicemail adalah metode yang dapat digunakan pemimpin untuk mengirimkan pesan. Kita dapat menggunakan Voicemail seperti menggunakan ratron, tetapi Voicemail mempunyai kelebihan, yaitu sentuhan pribadi. Voicemail menampilkan suara dan kepribadian si pembicara. Seperti halnya ratron, pesan Voicemail juga harus ringkas dan lugas. Jika tidak, pesan akan dihapus.



7.4.4 Menerapkan Rencana Untuk Membangkitkan Umpan Balik



Pemimpin harus memahami bahwa umpan balik akan terjadi secara spontan. Orang akan menjawab pesan dengan berbagai cara : membicarakannya dengan rekan sekerja, membicarakannya dengan teman-temannya atau kadang-kadang berbicara kepada media (tentu saja tidak untuk disiarkan). Hal yang perlu dilakukan oleh pemimpin adalah menetapkan saluran umpan balik yaitu dengan berbagai cara :

1.      Rencanakan umpan balik. Ketika kita mengembangkan rencana komunikasi, buatlah simpul umpan balik dalam proses itu. Sebagai bagian proses perencanaan, biarkan orang-orang dalam organisasi mengetahui bahwa kita merangsang umpan balik dan membahas bersama-sama hasil umpan balik dengan mereka.

2.      Rancanglah pertemuan khusus seputar umpan balik. Gerakkan pemimpin tim untuk membuat pertemuan umpan balik. Satu-satunya pokok pembicaraan untuk pertemuan semacam itu adalah diskusi mengenai berbagai isu. Kita juga dapat menyediakan alat bantu meeting in box dengan pertanyaan-pertanyaan untuk membantu para manajer yang tidak terbiasa dengan proses umpan balik untuk merangsang karyawan membicarakan isu-isu tersebut.

3.      Masukkan umpan balik yang diperoleh ke dalam Website. Pilihlah contoh ratron dan masukkan ke dalam website. Hilangkan nama responden; tindakan ini untuk melindungi kerahasiaan responden dan juga menjaga orang agar tidak memfokuskan perhatian pada pribadi, tetapi pada gagasan.

4.      ”Berkelilinglah” untuk mendapatkan umpan balik. Bangkit dan berjalan-jalanlah ke berbagai ruangan. Tanyakan apa yang sedang di pikirkan karyawan. Cara trebaik yang dapat dilakukan pemimpin adalah membiasakan diri makan di kafetaria karyawan, paling tidak seminggu.

LEADERSHIP : KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF

6.1 Pengertian

Ø  Kepemimpinan partisipatif menyangkut penggunaan berbagai macam prosedur keputusan yang memberi orang lain pengaruh tertentu terhadap keputusan pemimpin tersebut
Ø  Istilah lainnya yang biasa digunakan untuk menyebut aspek kepemimpinan partisipatif mencakup konsultasi, pengambilan keputusan bersama, pembagian kekuasaan dan manajemen demokratis
Ø  Empat manfaat dari partisipasi yaitu :
1.      Kualitas keputusan
Melibatkan orang lain dalam membuat keputusan akan lebih mungkin untuk meningkatkan kualitas dimana para partisipan memiliki informasi dan pengetahuan yang tidak dimiliki pemimpin dan bersedia untuk bekerja sama dalam menemukan solusi yang baik atas sesuatu masalah
2.      Penerimaan keputusan
Rasa kepemilikan dalam pembuatan keputusan akan meningkatkan motivasi mereka untuk menerapkannya hingga berhasil. Partisipasi memberikan pemahaman yang lebih baik atas sifat masalah keputusan dan alasan mengapa alternatif tertentu diterima dan lainnya ditolak.
3.      Kepuasan terhadap proses keputusan
Orang akan lebih merasa  bahwa mereka diperlakukan dengan bermartabat dan rasa hormat saat mereka memiliki kesempatan untuk memperlihatkan pendapat dan pilihan tentang keputusan.
4.      Pengembangan ketrampilan partisipan
Pengalaman membantu membuat keputusan rumit dapat menghasilkan pengembangan ketrampilan dan kepercayaan diri yang lebih besar oleh partisipan.




6.2 Teori Kepemimpinan

Ø  Tannenbaum dan Schmidt (1958) menyatakan bahwa pilihan pemimpin mengenai prosedur pengambilan keputusan mencerminkan kekuatan pemimpin tersebut, kekuatan para bawahan dan kekuatan situasi tertentu
Ø  Maier (1963) menunjuk perlunya para pemimpin mempertimbangkan persyaratan kualitas keputusan serta kemungkinan penerimaan oleh bawahan sebelum memilih prosedur pengambilan keputusan
Ø  Vroom dan Yetton (1973) mengatakan bahwa prosedur keputusan yang digunakan oleh pemimpin mempengaruhi kualitas keputusan dan penerimaan keputusan oleh orang-orang yang diharapkan untuk menerapkan keputusan tersebut. Kedua variabel ini menentukan seberapa efektifnya keputusan itu setelah diimplementasikan, yang memiliki dampak jelas pada kinerja unit atau tim. Namun, pengaruh dari prosedur keputusan atas kualitas dan penerimaan keputusan bergantung pada berbagai aspek situasi dan prosedur yang efektif dalam beberapa situasi dapat menjadi tidak efektif dalam situasi lainnya.

6.3 Karakteristik Pemimpin Partisipatif

Kepemimpinan partisipatif menyangkut usaha-usaha seorang manajer untuk mendorong dan memudahkan partisipasi orang lain dalam membuat keputusan yang jika tidak demikian maka akan dibuat sendiri oleh manajer itu.
            Mengikutsertakan orang lain dalam membuat keputusan sering merupakan kebutuhan agar keputusan tersebut diterima dan diimplementasikan dalam organisasi.
Potensi manfaat dari partisipasi meliputi kualitas keputusan yang lebih baik dan penerimaan keputusan yang lebih besar.
Partisipasi tidak mungkin efektif jika pengikut/bawahan tidak memiliki sasaran yang sama dari pemimpin tersebut, jika mereka tidak ingin menerima tanggung jawab untuk membantu dalam pengambilan keputusan, jika mereka tidak mempercayai pemimpin tersebut atau jika ada tekanan waktu sehingga membuat pemimpin merasa tidak praktis jika melakukan konsultasi dengan bawahan atau mengadakan pertemuan kelompok. Bentuk partisipasi kelompok juga mungkin tidak akan efektif jika pemimpinj tersebut merasa memiliki keterampilan yang mencukupi dalam mengelola konflik, menghadapi masalah yang terjadi dalam kelompok.
Vroom dan Yetton telah mengembangkan model mengenai kepemimpinan partisipatif untuk membantu para manajer mengindentifikasikan prosedur pengambilan keputusan yang cocok dalam berbagai situasi. Model tersebut menguji dampak dari lima prosedur pengambilan keputusan yang berbeda mengenai dua buah variabel intervensi (kualitas keputusan dan penerimaan keputusan) yang bersama-sama mempengaruhi kinerja kelompok. Variabel situasional merupakan karakteristik dari situasi keputusan yang menentukan apakah prosedur pengambilan keputusan tertentu akan meningkatkan atau mengurangi kualitas penerimaan keputusan. Hasil tersebut menyatakan bahwa para manajer mungkin akan lebih efektif jika mereka menggunakan prosedur pengambilan keputusan yang sesuai untuk situasi tersebut.

LEADERSHIP : KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL


5.1 Pengertian

Ø   Kepemimpinan transformasional menyerukan nilai-nilai moral dari para pengikut dalam upayanya untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah etis dan untuk memobilisasi energi dan sumber daya mereka untuk mereformasi institusi
Ø   Dengan kepemimpinan transformasional, para pengikut merasakan kepercayaan, kekaguman, kesetiaan dan penghormatan terhadap pemimpin dan mereka termotivasi untuk melakukan lebih daripada yang awalnya diharapkan dari mereka.

5.2 Teori Kepemimpinan

Ø   Menurut Bass (1985), pemimpin mengubah dan meotivasi para pengikut dengan, (1) membuat mereka lebih menyadari pentingnya hasil tugas; (2) membujuk mereka untuk mementingkan kepentingan tim atau organisasi mereka dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan (3) mengaktifkan kebutuhan mereka yang lebih tinggi

a.            Perilaku pemimpin
·               Tiga jenis  perilaku transformasional : pengaruh ideal, stimulasi intelektual dan pertimbangan individual.
·               Pengaruh ideal adalah perilaku yang membangkitkan emosi dan identifikasi yang kuat dari pengikut terhadap pemimpin
·               Stimulasi intelektual adaalh perilaku yang meningkatkan kesadaran pengikut  akan permasalahan dan mempengaruhi para pengikut untuk memandang masalah dari perspektif yang baru
·               Pertimbangan individual meliputi pemberian dukungan, dorongan dan pelatihan bagi pengikut

b.            Proses mempengaruhi
·               Kepemimpinan transformasional melibatkan internalisasi karena motivasi meliputi pengucapan visi yang menarik yang menghubungkan sasaran tugas dengan nilai-nilai dan idealisme pengikut
·               Kepemimpinan trasnformasional melibatkan identifikasi pribadi karena pengaruh ideal menghasilkan atribusi karisma oleh pengikut kepada pemimpin
·               Menurut Bass, karisma merupakan unsur kepemimpinan trasformasional yang dibutuhkan, tetapi dirinya sendiri tidaklah mencukupi bagi proses transformasional

c.             Kondisi yang memudahkan
·               Menurut Bass, kepemimpinan trasnformasional dianggap efektif dalam situasi atau budaya apapun
·               Sejumlah variabel situasional dapat memperbesar kemungkinan kepemimpinan transformasional atau menguatkan pengaruhnya pada pengikut, contohnya meliputi sebuah lingkungan yang tidak stabil, budaya, dsb.

5.3 Karakteristik Kepemimpinan Transformasional

5.4 Kepemimpinan Transformasional VS Karismatik

ü   Inti dari karisma adalah dipandang sebagai luar biasa oleh pengikut yang bergantung pada pemimpin itu untuk bimbingan dan inspirasinya
ü   Bass menyatakan bahwa karisma merupakan komponen yang diperlukan dari kepemimpinan transformasional, tetapi ia juga menyatakan bahwa seorang pemimpin bisa menjadi karismatik tetapi tidak transformasional
ü   Inti dari kepemimpinan transformasional terlihat memberikan inspirasi, mengembangkan dan memberikan wewenang kepada pengikut. Pengaruh ini dapat mengurangi atribusi karisma terhadap pemimpin bukan meningkatkannya.
ü   Jadi, proses mempengaruhi yang penting untuk kepemimpinan transformasional mungkin tidak sepenuhnya dapat dibandingkan dengan proses mempengaruhi yang penting dari kepemimpinan karismatik, yang melibatkan ketergantungan pada seorang pemimpin yang luar biasa
ü   Para pemimpin transformasional melakukan lebih banyak hal yang akan memberikan kewenangan kepada pengikut dan membuat mereka tidak terlalu bergantung pada pemimpin, seperti mendelegasikan kewenangan yang besar.
ü   Menurut Bass, para pemimpin transformasional dapat ditemukan dalam organisasi apapun pada tingkatan apapun dan jenis kepemimpinan ini secara universal relevan bagi semua jenis situasi.
Sebaliknya, para pemimpin yang karismatik itu langka dan munculnya mereka terlihat lebih bergantung pada kondisi yang mendukung.

Sunday, June 1, 2014

LEADERSHIP : KEPEMIMPINAN KARISMATIK


4.1 Pengertian
Ø   Karisma adalah kata dalam bahasa Yunani yang berarti “berkat yang terinspirasi secara agung”, seperti kemampuan untuk melakukan keajaiban atau memprediksikam peristiwa masa depan
Ø   Menurut Max Weber (1947), karisma terjadi saat terdapat sebuah krisis sosial, seorang pemimpin muncul dengan sebuah visi yang menawarkan solusi untuk krisis tersebut, pemimpin menarik pengikut yang percaya pada visi itu, mereka mengalami keberhasilan dan para pengikut dapat mempercayai bahwa pemimpin itu sebagai orang yang luar biasa

1.2    Teori Kepemimpinan

4.2.1 Teori Atribusi oleh Conger dan Kanungo (1987)

a.            Ciri dan perilaku pemimpin
·               Atribusi pengikut dari karisma bergantung pada beberapa jenis perilaku pemimpin.
·               Para pemimpin akan lebih mungkin dipandang sebagai karismatik jika mereka membuat pengorbanan diri, mengambil resiko pribadi untuk mencapai visi yang mereka dukung.
·               Kepercayaan terlihat menjadi komponen penting dari karisma dan pengikut lebih mempercayai pemimpin yang kelihatan tidak terlalu termotivasi oleh kepentingan pribadi.
·               Para pemimpin yang kelihatan percaya diri mengenai usulan mereka akan lebih mungkin dipandang sebagai karismatik daripada pemimpin yang kelihatan ragu dan bingung.
·               Para pengikut yang yakin pemimpin tahu bagaimana mencapai sasaran bersama akan bekerja lebih keras, yang karenanya meningkatkan kemungkinan keberhasilan nyata.
·               Para pengikut akan lebih mungkin menghubungkan karisma dengan para pemimpin yang menggunakan pembuatan visi dan daya tarik persuasif daripada dengan pemimpin yang menggunakan otoritas.

b.            Proses pengaruh
·               Pemimpin yang karismatik terlihat begitu luar biasa, disebabkan oleh wawasan strategis mereka, pendirian yang kuat, keyakinan diri, perilaku yang tidak konvensional dan energi yang dinamis, bawahan mengidolakan pemimpin mereka dan ingin menjadi seperti mereka.
·               Conger menekankan bahwa penting bagi para pengikut untuk mengambil sikap dan keyakinan pemimpin tentang pekerjaan daripada hanya meniru aspek buatan dari perilaku pemimpin seperti perangai, gerak tubuh dan pola bicara. Seorang pemimpin yang karismatik yang menyatakan visi yang memberikan inspirasi berfungsi sebagai sebuah sumber motivasi untuk menjalankan misi organisasi

c.             Kondisi yang memudahkan
Ø   Para pemimpin karismatik akan lebih mungkin untuk muncul saat terjadi krisis
Ø   Seorang pemimpin dapat menciptakan ketidakpuasan dengan kondisi saat ini dan memberikan sebuah visi masa depan yang lebih menjanjikan
Ø   Pemimpin dapat dapat menimbulkan sebuah krisis saat sebelumnya tidak ada, membuat panggung untuk memperlihatkan keahlian yang superior dalam menghadapi masalah dan mengusulkan cara-cara baru

4.2.2 Teori Konsep diri oleh House,Shamir,Arthur (1993)

ü  Seorang pemimpin yang karismatik memiliki pengaruh yang dalam dan tidak biasa pada pengikut. Para pengikut merasa bahwa keyakinan pemimpin adalah benar, mereka bersedia mematuhi pemimpin, mereka merasakan kasih sayang terhadap pemimpin, secara emosional mereka terlibat dalam tujuan kelompok atau organisasi, memiliki sasaran kinerja yang tinggi dan mereka yakin bahwa mereka dapat berkontribusi terhadap keberhasilan organisasi


a.        Ciri dan perilaku pemimpin
·         Ciri dan perilaku pemimpin merupakan penentu penting dari kepemimpinan karismatik
·         Para pemimpin yang karismatik akan lebih besar kemungkinannya untuk memiliki kebutuhan yang kuat akan kekuasaan, keyakinan diri yang tinggi dan pendirian kuat dalam keyakinan dan idealisme mereka sendiri
·         Perilaku kepemimpinan yang menjelaskan bagaimana seorang pemimpin yang karismatik mempengaruhi sikap dan perilaku dari pengikut meliputi yang berikut : (1) meyampaikan sebuah visi yang menarik, (2) menggunakan bentuk komunikasi yang kuat dan eksresif saat menyampaikan visi, (3) mengambil resiko pribadi dan membuat pengorbanan diri untuk mencapai visi tersebut, (4) menyampaikan harapan yang tinggi, (5) memperlihatkan keyakinan akan pengikut, (6) mengelola kesan pengikut akan pemimpin, (7) pembuatan model peran dari perilaku yang konsisten dengan visi, (8) membangun identifikasi dengan kelompok atau organisasi, (9) memberikan kewenangan kepada pengikut

b.        Proses pengaruh
·         Identifikasi pribadi adalah satu jenis proses pengaruh yang dapat terjadi bagi beberapa pengikut dari seorang pemimpin karismatik
·         Saat terdapat identifikasi pribadi yang kuat, para pengikut akan meniru perilaku pemimpin, menjalankan permintaan pemimpin dan memberikan upaya tambahan untuk menyenangkan pemimpinnya

c.         Kondisi yang memudahkan
·         Menurut Shamir dan para koleganya, sebuah kondisi krisis tidaklah perlu bagi efektivitas kepemimpinan karismatik.
·         Meski demikian, kepemimpinan karismatik lebih mungkin terjadi saat sebuah kelompok atau organisasi berada dalam masalah serius
·         Kondisi demikian mendukung munculnya seorang pemimpin yang mampu menawarkan strategi yang dapat dipercaya untuk menghadapinya dengan berhasil
·         Namun pengaruh karismatik dari pemimpin demikian akan hanya sementara saja kecuali visi tersebut terus menjadi relevan setelah masalah segera dapat diselesaikan
1.3    Karakteristik Pemimpin Karismatik
Dalam teori kepemimpinan, berkembang teori kepemimpinan karismatik . Kepemimpinan karismatik diantaranya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Vision and articulation. Pemimpin karismatik  memiliki visi, yaitu tujuan ideal, dan mampu menjelaskan visi tersebut kepada rakyat.
2) Personal risk, dimana pemimpin karismatik berani mengambil risiko pribadi untuk mencapai visi.
3) Environmental sensitivity. Pemimpin karismatik mampu melakukan perhitungan realitis mengenai hambatan dari lingkungan dan kebutuhan sumberdaya untuk mengupayakan terjadinya perubahan.
4) Sensitivity to follower needs. Pemimpin karismatik mencoba memandang dari perspektif orang lain (tidak hanya perspektif diri sendiri), serta berempati terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain.
5) Unconventional behavior. Pemimpin karismatik menunjukkan perilaku (konstruktif) diluar kebiasaan dan seringkali menentang norma (destruktif) yang mengakar dalam masyarakat, tetapi untuk perubahan ke arah perbaikan, misalnya reformasi.
Teori kepemimpinan karismatik merupakan suatu perpanjangan dari teori atribusi. Teori ini mengemukakan bahwa para pengikut membuat atribusi atau penghubung dari kemampuan kepemimpinan yang heroik atau luar biasa bila mereka mengamati perilaku-perilaku tertentu. Robert House (Robins, 1996) mengidentifikasikan tiga karakteristik pribadi pemimpin karismatik, yaitu:
1. Kepercayaan yang luar biasa.
2. Kekuasaan
3. Teguh dalam keyakinan.
Conger dan Kanungo (Robins, 1996) menguraikan karakteristik utama dari pemimpin karismatik, yaitu:
1. Percaya diri, pemimpin tersebut benar-benar percaya akan penilaian dan kemampuan yang dimilikinya.
2.  Satu visi, merupakan tujuan ideal yang mengajukan suatu masa depan yang lebih  baik.
3. Kemampuan untuk mengungkapkan visi dengan gamblang. Pemimpin mampu memperjelas dan menyatukan visi dalam kata-kata yang dapat dipahami oleh orang lain. Artilkulasi ini menunjukkan suatu pemahaman akan kebutuhan para pengikut dan oleh karena itu akan bertindak sebagai suau kekuatan motivasi.
4. Keyakinan kuat mengenai visi tersebut. Pemimpin karismatik memiliki komitmen yang kuat dan bersedia mengambil risiko pribadi yang tinggi, mengelarkan biaya tinggi, dan melibatkan diri dalam pengorbanan untuk mencapai visi tersebut.
5. Perilaku yang diluar aturan. Pemimpin karismatik ikut serta dalam perilaku yang dipahami sebagai sesuatu yang baru, tidak konvensional, dan berlawanan dengan norma-norma. Bila berhasil, perilaku ini menimbulkan kejutan dan kekaguman para pengikut.
6. Dipahami sebagai sebagai seorang agen perubahan. Pemimpin karismatik dipahami sebagai agen perubahan yang radikal.
7. Kepekaan lingkungan. Pemimpin ini mmpu membuat penilaian yang realistis terhadap kendala lingkungan dan sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan.
Sebuah badan riset menunjukkan bahwa adanya korelasi antara pemimpin karismatik dengan kinerja dan kepuasan yang tinggi di kalangan pengikutnya atau bawahannya. Orang-orang yang bekerja untuk pemimpin karismatik termotivasi untuk mengeluarkan upaya kerja ekstra dan orang-orang tersebut menyukai pemimpinnya serta mengungkapkan kepuasan yang lebih besar.
Banyak pakar yang berkeyakinan bahwa individu dapat dilatih untuk memperlihatkan perlaku karismatik sehingga dapat disebut sebagai “seorang pemimpin karismatik”, dengan mengikuti sutau proses tiga langkah, yaitu:
1. Individu perlu mengembangkan aura karisma dengan memelihara suatu pandangan yang optimis, menggunakan keinginan yang besar untuk menimbulkan kegairahan atau antusiasme, dan berkomunikasi dengan seluruh tubuhnya, bukan hanya dengan kata-kata.
2. Individu menarik orang lain untuk bergabung dengan menciptakan suatu ikatan yang mengilhami yang lainnya untuk mengikuti.
3. Individu membangkitkan potensial dalam diri para pengikut dengan menyadap emosinya.

4.4 Karismatik Positif dan Negatif

Menurut House, dkk, sebuah pendekatan yang lebih baik untuk membedakan antara karismatik positif dan dan negatif adalah dalam hal nilai dan kepribadian mereka.
Karismatik negatif memiliki orientasi kekuasaan secara pribadi, secara sengaja mereka berusaha untuk lebih menanamkan kesetiaan kepada diri mereka sendiri, berusaha untuk mendominasi dan menaklukkan pengikut dengan membuat mereka tetap lemah dan bergantung pada pemimpin
Sebaliknya karimatik positif memiliki orientasi kekuasaan sosial. Mereka berusaha untuk menanamkan kesetiaan kepada ideologi lebih daripada kesetiaan kepada diri mereka sendiri. Otoritas didelegasikan hingga batas yang cukup besar, informasi dibagikan secara terbuka, didorongnya partisipasi dalam keputusan dan penghargaan digunakan untuk menguatkan perilaku yang konsisten dengan misi dan sasaran dari organisasi.